Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta•Seri Kesehatan Mental Mahasiswa

Mengenal & Mengatasi Burnout Akademik pada Mahasiswa

Booklet edukasi memahami definisi, faktor penyebab, dampak, gejala, hingga strategi pencegahan kejenuhan akademik. Diadaptasi langsung dari modul ilmiah psikologi pendidikan untuk membantu mahasiswa mengenali, memahami, dan memulihkan kejenuhan studi secara sehat.

Tim Peneliti UNJ:Santi Yudhistira, M.Psi, PsikologRahmadianty Gazadinda, M.ScDr. Anna Armeini Rangkuti, M.SiAldi Abdillah AfendiJulia AngelAtiqah Salma Afifyani
Unduh Booklet Lengkap (PDF)
8 Modul Utama

01 – 14

Bab lengkap sesuai booklet resmi

78,4% Prevalensi

Indonesia

Mahasiswa level burnout sedang (2023)

3 Dimensi Inti

MBI-SS

Kelelahan, sinisme, & efikasi

5 Solusi Nyata

Coping Sehat

Efikasi diri, reward, & relasi sosial

Daftar Isi & Modul Pembelajaran

Pilih Bab Sesuai Kebutuhan Belajarmu

Menampilkan 8 dari 8 modul
Bab 01Hal. 01 - 03

Apa Itu Burnout Akademik

Rujukan: Schaufeli et al. (2002); González et al. (2006); Purnamasari et al. (2024)

Memahami konsep academic burnout yang diadaptasi dari MBI-SS, 3 aspek utamanya, serta mengapa burnout bukan sekadar rasa malas biasa.

3m bacaPelajari Bab Ini
Bab 02Hal. 04 - 05

Data & Fakta: Seberapa Luas Fenomena Ini?

Rujukan: Liu et al. (2023); Putri et al. (2023); Portoghese et al. (2018); Hwang & Kim (2022)

Bukti riset empiris berskala ribuan mahasiswa di Indonesia dan mancanegara: burnout akademik dialami oleh sebagian besar mahasiswa.

59,9%Mahasiswa (n=22.983) di Tiongkok...
78,4%Mahasiswa di Indonesia berada pa...
4m bacaPelajari Bab Ini
Bab 03Hal. 06

Dimensi Burnout Akademik

Rujukan: Schaufeli et al. (2002); Hu & Schaufeli (2009); Liu et al. (2023)

Tiga pilar utama MBI-SS: Kelelahan, Sinisme, dan Penurunan Efikasi Akademik—serta dimensi mana yang paling sering merusak mahasiswa.

3m bacaPelajari Bab Ini
Bab 04Hal. 07 - 08

Faktor Penyebab Burnout Akademik

Rujukan: Purnamasari dkk. (2024); Jacobs & Dodd (2003); Zhang et al. (2007); Rohmani & Andriani (2021)

Membedah faktor internal (Personal Resources) dan eksternal (Social Resources) yang menjadi pemicu utama kelelahan akademik mahasiswa.

5m bacaPelajari Bab Ini
Bab 05Hal. 09

Dampak Burnout Akademik

Rujukan: Putri et al. (2023); Purnamasari et al. (2024); Schaufeli et al. (2002)

Pemetaan 5 area terdampak: performa belajar, keberlanjutan studi, efikasi diri, relasi sosial, hingga kesejahteraan psikologis.

4m bacaPelajari Bab Ini
Bab 06Hal. 10

Mengenali Gejala Sejak Dini

Rujukan: Schaufeli et al. (2002)

Checklist tanda bahaya pada dimensi Exhaustion, Cynicism, dan Reduced Efficacy agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.

4m bacaPelajari Bab Ini
Bab 07Hal. 11 - 12

Strategi Mencegah & Mengatasi

Rujukan: Rohmani & Andriani (2021); Purnamasari et al. (2024); Jacobs & Dodd (2003)

5 strategi psikologis terbukti ilmiah: kuatkan self-efficacy, coping adaptif, dukungan sosial, self-reward, dan manajemen beban realistis.

5m bacaPelajari Bab Ini
Bab 08Hal. 13 - 14

Peran Kampus, Dosen, Dan Keluarga

Rujukan: Hwang & Kim (2022); Rohmani & Andriani (2021); Purnamasari et al. (2024)

Tanggung jawab bersama: langkah konkret institusi, dosen, serta keluarga dalam mereduksi tekanan dan menyediakan ruang aman bagi mahasiswa.

4m bacaPelajari Bab Ini
Hal. 15
Bab 09 • Rangkuman & Refleksi

Rangkuman & Refleksi Mandiri

Burnout akademik adalah kondisi kelelahan emosional, sinisme terhadap studi, dan penurunan efikasi akademik yang muncul akibat tuntutan belajar yang tinggi dan berlangsung terus-menerus (Schaufeli et al., 2002; Purnamasari et al., 2024). Data dari berbagai negara termasuk Indonesia menunjukkan bahwa fenomena ini dialami oleh sebagian besar mahasiswa (Liu et al., 2023; Putri et al., 2023).

Faktor Internal

Self-efficacy rendah & perfeksionisme

Faktor Eksternal

Beban tugas menumpuk & kurangnya dukungan sosial

Penanganan Holistik

Pendekatan holistik, dari penguatan diri hingga dukungan kampus dan keluarga

Coba Tanyakan Pada Diri Sendiri:

1. “Kapan terakhir kali saya benar-benar beristirahat tanpa merasa bersalah?”

Jika kamu kesulitan mengingatnya atau selalu cemas saat tidak memegang tugas, kamu mungkin sedang mengalami 'toxic productivity' atau kelelahan laten.

2. “Apakah saya memiliki seseorang untuk berbagi ketika beban kuliah terasa berat?”

Memiliki satu orang saja yang mendengarkan tanpa menghakimi—baik teman sebaya, keluarga, atau konselor—dapat menurunkan risiko burnout secara signifikan.

Menjawab pertanyaan ini secara jujur adalah langkah awal untuk mengenali dan mengelola burnout akademik.